Kepadamu yang Saya Cintai


Surat terbuka untukmu yang begitu saya cintai. Maukah kamu sedikit saja peduli kali ini? Membaca sedikit dari perasaan dan pikiran saya kepadamu yang tak sanggup saya ungkapkan langsung dihadapanmu sehingga kemudian akan saya tumpahkan di dalam tulisan ini.

Pertama-tama saya ingin menanyakan perihal kabarmu, apa kamu baik-baik saja? Apa saat ini kamu masih setia bersama saya? Atau sekarang kau sudah menikahi wanita lain? Saya harap wanita yang beruntung itu kelak adalah saya.

Sekilas tentang kamu yang dingin, saya tau hatimu penuh luka dan babak belur oleh masalalumu. Mendengar ceritamu yang begitu pilu membuat hati saya terluka. Saya harap kehadiran saya sedikit membantumu, meski saya tau saya tak cukup baik.

Saya ingin memberitahumu bahwa saya adalah wanita pecemburu, bukan karena saya tidak percaya kepadamu. Ketahuilah di malam-malam ketika kita berjauhan dan kamu bahkan tak ingat untuk mengabari saya atau bahkan saya tak terlintas dipikiranmu, dirimu tak pernah meninggalkan pikiran ini. Saya cemburu karena saya tau saya tak pernah cukup baik untukmu, saya tidak cukup percaya diri dan saya tau banyak wanita yang lebih cantik daripada saya, lebih cerdas daripada saya, lebih membuatmu tertarik daripada saya. Saya takut mereka mengetahui betapa bijaksananya dirimu menghadapi masalah, saya takut mereka tau betapa hangatnya pelukanmu, saya takut mereka tau hal-hal hebat tentang dirimu dan berusaha merebutmu dari saya. Maafkan saya yang tak pernah cukup untukmu dan kalau boleh jujur kamu sudah menghancurkan hati saya dengan membandingkan saya dengan kekasih yang menyakitimu dulu dan kamu berusaha merubah saya seperti dirinya, sungguh saya harap kamu mencintai saya yang apa adanya seperti saya yang bahkan tak berani menuntut lebih sebab saya tak bisa berikan lebih tapi saya bersumpah saya memberi segala yang terbaik kepadamu lebih daripada untuk diri saya sendiri. Maafkan saya yang selalu bersikap kekanakan dan selalu membuatmu marah.

Saya sadar diri saya tak miliki apa-apa untuk kamu banggakan. Mungkin itu mengapa saya merasa seolah kamu menyembunyikan saya dari kehidupan sosialmu. Kalau boleh jujur saya begitu ingin kamu memberitahu dunia bahwa saya milikmu, bahwa saya ada.

Apabila sekarang kita masih bersama, maukah kamu belajar sedikit mengenal saya, memberikan perhatian dan kasih sayang lebih kepada saya, dengarkan sedikit keresahan saya seperti kamu mendengarkan keluh kesah wanita lain, ya, itu menghancurkan saya juga dimana kamu lebih nyaman mendengarkan keresahan orang lain dibandingkan saya. Kamu lebih suka menatap wanita lain disbanding saya, lebih suka pergi makan malam dengan wanita lain dibandingkan mengabari saya. Maafkan saya yang terlalu cemburu dan kemudian saya membenci mereka yang mendapatkan perhatian lebih darimu. 

Kadang saya tak dapat mengerti jalan pikiranmu, apa yang membuatmu begitu dingin kepada saya tapi begitu hangat kepada wanita lain. Saya sungguh berharap kamu mencintai saya sebesar yang saya berikan.

Dan apabila kita masih bersama, maukah kamu memeluk saya atau setidaknya bersabar dan memberikan kata-kata yang menenangkan hati saya ketika saya cemburu atau marah, saya mohon jangan melawan saya balik atas marahnya saya. Percayalah semua itu karena saya begitu takut kehilanganmu. Seperti saya yang selalu bersabar ketika kamu marah karena tidak ingin semakin memperburuk keadaan.

Dan untuk segala marah-marahmu yang sering terjadi yang kamu bilang karena ulah saya membuatmu muak, tolong beritau letak kesalahan saya, jangan diam lalu pergi. Tolong sedikit mengerti saya dan hargai keberadaan saya sebagai wanitamu.

Dan apabila kita dapati satu diantara kita merasa bosan, bantulah saya mengatasinya, karena saling meninggalkan bukanlah jawaban, karena yang saya butuhkan adalah dan hanyalah kamu.

Dan atas segala yang terjadi tak berkenan bagimu dan oleh permintaan ini saya sungguh minta maaf, saya hanya seorang wanita yang begitu mencintamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Tentang Daddy Issues

Tentang Vilian

Don't Judge Challenge