Tentang Vilian

 Malam ini terasa sedikit lebih dingin dari biasanya, juli terasa lebih dingin di tahun ini.

Pertemuan pertama denganmu adalah sebuah sisa yang dapat dikenang, aku hanya mendengar sebagian kecil dari kisahmu yang penuh cinta dan luka. Ya, kau yang memberitahuku bahwa cinta dan luka berjalan beriringan. Cinta akan memberi luka dan luka akan disembuhkan oleh cinta.

Kita bertemu setelah sekian lama berpapasan tanpa mengenal dan tanpa menyapa, peran semesta mempermainkan perkenalan kita yang tertunda adalah hal yang menarik untuk diceritakan. Betapa kita dekat tetapi tidak menyadari keberadaan satu sama lain.

Kita membersamai malam  terakhir berdua dibawah remang lampu-lampu di sebuah kedai di pinggir sungai itu, tak banyak berbicara, aku mendengarmu memetik gitar menyanyikan lagu-lagu kesukaanmu.

Aku memandangmu, kau terlihat begitu indah berhiaskan senyum manis di bibirmu, aku bahkan tak bisa berpaling, seperti terhipnotis hanya untuk melihatmu memberikan kenangan untuk ku ingat kelak.

Setiap pertemuan memberikan pelajaran tapi kau telah menghadiahkanku sebuah perasaan. Perasaan yang tak pernah ku minta, perasaan yang datang seenaknya saja tanpa permisi.

Ku biarkan ia tumbuh mekar di hatiku, lupa bahwa cinta dan luka berjalan beriringan.

Ternyata menjadi tahu akan banyak hal bukanlah hal yang baik, cinta milikmu telah bersandar di dermaga lain.

Keheningan panjang terbentang setelah kau memberikan kecupan perpisahan.

Aku tak ingin menjadi egois, merebut sesuatu yang bukan milikku bukanlah keahlianku. Hatiku terluka tetapi melihatmu bahagia harusnya juga membuatku pun berbahagia.

Jalan panjang yang akan ku tempuh di depan adalah melupakanmu, benar katamu saat itu, cinta datang sangat terburu-buru sedang menghentikannya bukanlah perkara mudah. Semua berjalan begitu cepat denganmu; mengenalmu, mencintaimu lalu melupakanmu.

Mungkin kali ini aku kurang beruntung tapi aku masih ingin mengenalmu sekali lagi di waktu yang paling tepat, aku ingin lebih banyak mendengar cerita darimu. Berbagi tawa hingga perut kita sakit atau sekedar duduk mendengarkan Freddie Mercury bernyanyi sambil menanti fajar datang dengan bergelas-gelas kopi yang akan membuat kita terjaga semalaman bersama asam lambung yang naik.

Malam ini terasa lebih dingin dari biasanya, yang tersisa hanya bekas pelukanmu, bekas belaian jemarimu di sela rambutku dan segala kata yang kau wariskan untukku. Semoga kita segera bertemu dan dapat menyemai cinta kembali lalu menuainya.

Terimakasih, kau membuatku menulis selarut ini, menumpahkan isi pikiran yang tak seberapa tapi membuatku lega.

Aku mengakhiri malam ini dengan doa yang selalu kau panjatkan, semesta akan segera mengerti.

Komentar

  1. Aku menyapamu dipersimpangan jalan
    Itu begitu sulit antara ingin menuntunmu
    Bagaikan aku harus mencoba menenangkan
    Laju angin

    Sementara aku melaju bersama nya,
    bagai arus lautan marah ku dibawa
    Maaf aku tlah berjanji untuk berlari kencang

    Aku hanya mampu menyapa dan mengatakan
    Sampai jumpa
    Hingga akhirnya jauh dan tak lagi berjumpa.
    Rindu mengalir deras mendera
    Ada aroma yang ingin ku hirup dalam-dalam
    nafas kegelisahan ini menghantui setelah bayang dirimu menghilang
    Ampuni mata ini karna menyematkanmu didalam hati
    Bukankah membiarkan ia tumbuh adalah cinta yang besar?
    Hanya satu jalan pulang
    Ialah kembali pada saat yang tepat
    Have a good day

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Tentang Daddy Issues

Don't Judge Challenge